Thursday, November 17, 2011
Obat Cacing Tidak Dianjurkan Diminum Rutin Tiap 6 Bulan
Sejak duduk di bangku SD, banyak siswa diajarkan bahwa obat cacing harus diminum rutin 6 bulan sekali. Meski obat cacing relatif aman, informasi ini dinilai menyesatkan karena yang harus dilakukan secara rutin adalah pemeriksaan tinja.
Hal ini ditegaskan oleh ahli parasitologi dari Universitas Indonesia, Prof dr Saleha Sungkar, DAP&E, MS, dalam jumpa pers Program Edukasi Bahaya Cacingan di Sekolah yang diselenggarakan oleh Combantrine di Restoran Black Canyon Coffee, Cipete, Jakarta Selatan, Senin (31/1/2011).
"Segala bentuk pengobatan harus dilakukan based on diagnosis, jadi harus berdasarkan diagnosis. Jika diperiksa tinjanya kemudian ternyata positif cacingan, baru boleh diberi obat cacing. Nah, periksa tinjanya itulah yang seharusnya dilakukan tiap 6 bulan," ungkap Prof Saleha.
Masalahnya sebagian orang malas untuk memeriksakan tinjanya sendiri atau tinja anak-anaknya, karena selain jijik juga agak rumit dan memakan lebih banyak biaya. Karenanya agar lebih praktis, obat cacing diberikan secara rutin setiap 6 bulan meski belum tentu orang tersebut atau anaknya benar-benar cacingan.
Lagipula menurut Prof Saleha, obat cacing relatif aman dari efek samping. Meski bagi sebagian orang bisa menyebabkan keluhan ringan mual-muntah dan alergi, hal itu sangat jarang terjadi sehingga obat cacing umumnya bisa dibeli tanpa resep dokter.
"Kalau ada ibu-ibu mau kasih anaknya obat cacing secara rutin tanpa melakukan pemeriksaan, ya silakan saja tapi kami sebagai orang kesehatan tidak menganjurkan. Teman-teman media juga harus hati-hati menulisnya, yang dianjurkan untuk rutin dilakukan adalah pemeriksaan tinja bukan pemberian obat cacing," tegas Prof Saleha.
Selain berdasarkan hasil tes laboratorium, diagnosis anak atau seseorang yang positif cacingan juga bisa didasarkan pada pengamatan feses. Jadi bila ibu-ibu menemukan ada cacing di feses anaknya, atau anaknya muntah cacing, anak tersebut bisa segera diberi obat cacing tanpa perlu diperiksa di laboratorium.
Labels:
Info
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Popular Posts
-
(Foto: thinkstock) Jakarta, Ciuman yang dilakukan oleh pasangan melibatkan terjadinya pertukaran cairan. Kondisi ini memicu terjadinya...
-
Menjaga agar tubuh selalu dalam kondisi sehat dan bugar sebenarnya mudah dilakukan. Kita tak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk tetap s...
-
Ilustrasi (dok: Thinkstock) Jakarta, Kanker adalah penyakit mematikan, namun tidak selalu menjadi penyebab langsung kematian pasien. M...
-
sumber : detikHealth Ilustrasi (dok: Thinkstock) Jakarta, Di banyak negara, donor sperma sangat langka padahal kebutuhannya terus m...
-
Diakui atau tidak, Indonesia adalah negara Asia pertama yang berlaga di ajang Piala Dunia, tepatnya Piala Dunia 1938 di Prancis. Meski saa...
No comments:
Post a Comment